Friday, 30 June 2017 00:55
(0 votes)

Bisnis properti adalah salah satu bisnis yang paling diminati masyarakat Indonesia. Pasalnya, harga properti di Indonesia tak pernah turun. Punya properti juga membuat gengsi seseorang semakin meningkat.

Rumah dan lahan di kota besar yang terus meroket dari waktu ke waktu membuat masyarakat semakin kesulitan memilikinya, terutama yang berpenghasilan pas-pasan.

Untuk mengatasinya, pemerintah dan sejumlah pengembang memberikan solusi jitu mulai dari program uang muka yang rendah, turunnya suku bunga hingga cicilan yang ringan.Mendapatkan hunian yang layak dengan harga bersahabat belakangan semakin sulit, mengingat harga lahan dan bahan bangunan yang terus merangkak naik.

Namun, kebutuhan memiliki tempat tinggal sebagai kebutuhan primer manusia, mutlak dimiliki setiap orang. Maka dari itu, untuk memenuhinya, diperlukan perencanaan keuangan yang matang.

Agar keinginan membeli rumah bisa tercapai dalam target waktu tertentu. Apalagi jika pendapatan per bulan yang diterima tidak terlalu besar, pembagian pengeluaran harus diperhatikan dengan baik, termasuk dalam mengalokasikan dana untuk down payment (DP) dan cicilan kredit pemilikan rumah (KPR).

Perencana keuangan Prita Ghozie mengutarakan, angka 20% sampai 30% pada uang muka rumah kerap kali menjadi hambatan pertama yang ditemui. Oleh karena itu, dalam ilmu perencanaan keuangan, sebaiknya Anda mengalokasikan penghasilan untuk beberapa pos. Misalnya, 50% sampai 60% untuk biaya hidup bulanan.

Sebesar 20% untuk tabungan dan investasi sesuai tujuan finansial, sementara 10% untuk dana darurat. “Maksimal 30% apabila masih ada cicilan pinjaman. Bilamana ada, maka alokasi untuk pos pengeluaran lain akan berkurang,” tuturnya.

Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lana Winayanti juga menyebutkan, menabung untuk membayar DP menjadi solusi yang lebih tepat bagi masyarakat untuk mendapatkan hunian.

Menurut dia, DP dalam jumlah besar akan memudahkan masyarakat untuk mencicil karena mengurangi jumlah cicilan per bulan sehingga kepastian melunasi rumah pun lebih terjamin.

Salah satu pengembang yang memberikan kemudahan dalam hal pembayaran adalah Bestari Sawangan yang meluncurkan Program Subsidi 5% dari setiap pembelian selama Ramadhan dan Idul Fitri 2017 untuk unit Rumah besutannya, yaitu Bestari Sawangan.


Konsumen dapat mencicil KPA melalui BTN setelah membayar booking fee senilai Rp 2.5 juta. Menurut dia, masih banyak masyarakat yang menunda untuk memiliki hunian karena besarnya DP yang harus dikeluarkan. Keringanan DP melalui mekanisme subsidi diyakini akan memudahkan masyarakat yang ingin memiliki hunian.

Rumah merupakan idaman bagi semua orang, tak terkecuali bagi Anda yang berpenghasilan minim. Jangan kecil hati dulu, beberapa strategi di bawah ini bisa Anda intip sebagai strategi untuk memiliki hunian idaman.

Gaji kecil tidak perlu khawatir ketika ingin membeli rumah. Berita baiknya saat ini pemerintah menurunkan uang muka rumah KPR sehingga membeli rumah kini semakin mudah.

Untuk Anda yang berpenghasilan kecil pun bisa mendapat rumah impian yang ramah dengan kantong. Menurut Aleviery Akbar, Associate Director Divisi Residential & Sales dari Colliers Internasional, uang muka rumah saat ini turun menjadi 15% dari harga rumah diperuntukkan bagi pembayaran DP untuk landed house atau rumah tapak pertama dengan luas lebih dari 70 meter persegi (m2).

Read 199 times Last modified on Friday, 30 June 2017 04:26

7 comments

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

K2 Search

K2 Calendar

« April 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30